Bendhung Lepen Giwangan: Wisata Sungai Ramah Keluarga yang Menghidupkan UMKM Lokal
Bendhung Lepen di kawasan Giwangan, Yogyakarta, kini menjadi salah satu destinasi wisata sungai yang tampil dengan ciri khasnya sendiri—bersih, tertata, dan penuh kehidupan. Namun di balik kejernihan sungai dan gerombolan ikan nila yang jadi ikon, ada satu hal lain yang membuat tempat ini semakin menarik: tumbuhnya UMKM lokal yang ikut hidup berkat ramainya wisatawan.

Sejak dibenahinya Bendhung Lepen, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang ekonomi baru bagi warga sekitar. Di sepanjang tepi sungai, pengunjung dapat menemukan berbagai lapak kecil yang menawarkan jajanan tradisional khas Yogyakarta—mulai dari cilok, pentol kuah hangat, hingga jajanan manis seperti terang bulan mini dan es teh legendaris yang cocok dinikmati sambil duduk di pinggir sungai. Harga yang ramah di kantong membuat pengunjung senang, sementara para pelaku UMKM merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan.
Tidak hanya jajanan, ada pula pedagang aksesoris dan cendera mata khas lokal. Mereka menjual gelang rajut, gantungan kunci ikan warna-warni, hingga kerajinan sederhana yang cocok dijadikan buah tangan. Banyak wisatawan yang menganggap kunjungan mereka kurang lengkap tanpa membawa pulang sesuatu dari UMKM di sekitar Bendhung Lepen. Dengan cara ini, wisata sungai bukan hanya menghadirkan pemandangan yang menenangkan, tetapi juga memberi nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Bagi keluarga yang datang dengan anak-anak, Bendhung Lepen menawarkan suasana santai yang aman. Anak dapat melihat ikan nila berenang dekat permukaan, sementara orang tua duduk menikmati camilan dari penjual lokal. Beberapa warung menyediakan tempat duduk sederhana yang menghadap langsung ke sungai, menciptakan suasana hangat untuk duduk bersama sambil menikmati udara sejuk sore hari.
Selain itu, banyak komunitas lokal yang memanfaatkan momen ramainya Bendhung Lepen dengan membuka lapak kreatif. Ada yang menjual kopi racikan rumahan, ada pula yang membuka jasa foto instan dengan background sungai yang tertata rapi. Kreativitas ini membuat suasana semakin hidup dan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih variatif.
Yang menarik, sebagian besar UMKM tersebut tumbuh secara organik—muncul dari inisiatif warga yang melihat potensi sungai sebagai sumber penghidupan. Kegiatan membersihkan sungai, menata area duduk, hingga menambah ikan nila sering kali dilakukan dengan gotong royong. Harmoni antara wisata sungai dan ekonomi lokal inilah yang menjadikan Bendhung Lepen punya karakter berbeda dibanding destinasi lain di kota ini.
Akses menuju Bendhung Lepen sangat dekat dari Terminal Giwangan, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan lokal maupun luar kota. Tidak ada tiket masuk, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana sungai tanpa biaya—dan dengan senang hati membelanjakan uang mereka di UMKM sekitar sebagai bentuk dukungan.
Dengan keindahan sungai yang jernih, ikan nila yang berlimpah, serta beragam UMKM lokal yang tumbuh pesat, Bendhung Lepen bukan hanya tempat untuk healing, tetapi juga contoh nyata bagaimana wisata sederhana dapat memberdayakan masyarakat. Jika Anda ingin menikmati suasana sungai sambil mencicipi kuliner rumahan yang lezat, Bendhung Lepen adalah tempat yang wajib Anda kunjungi.